Jembatan Terpanjang di Kalimantan Hampir Jadi, Ini Penampakannya

jembatan terpanjang di kalimantan
Foto : PU

 

Proyek Jembatan Kapuas Tayan di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat ditargetkan selesai pada awal Desember 2015. Jembatan ini disebut-sebut sebagai yang terpanjang di Kalimantan.

Jembatan Terpanjang di Kalimantan, Jembatan Tayan, jembatan yang melintasi menyeberang Sungai Kapuas sungai terpanjang di Kalimantan

Jembatan Tayan mulai dibangun 19 September 2012. Jembatan yang memiliki panjang 1,5 km. Sebelumnya, mantan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menargetkan pembangunan selesai akhir 2014. Jembatan tersebut dibangun oleh kontraktor China Road and Bridge Corporation dengan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

 

Baca juga : Luar Biasa, Begini Megahnya Pos Perbatasan RI-Malaysia di Entikong yang akan di bangun.

 

Jembatan ini akan membentang di atas Sungai Kapuas dengan panjang total 1,42 km dan terbagi atas 2 jembatan yakni jembatan pertama sepanjang 280 meter dengan lebar 11,5 meter, dan Jembatan kedua 1.140 meter dengan lebar 11,5 meter. Zhafira

 

Progres pembangunan jembatan penghubung antara Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah, melalui Desa Tayan dan Desa Piasak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau sudah 99%.

jembatan terpanjang di kalimantan
Foto : Septiana ( Detik.com )

Direktur Jenderal Bina Marga kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W. Husaini mengatakan jembatan tersebut sangat penting karena merupakan jembatan yang akan menghubungkan jalan trans selatan Kalimantan yang saat ini belum tersambung.

鈥淛embatan ini akan menggantikan kapal penyeberangan yang ada sehingga arus lalu lintas Kalteng dan Kalbar tidak harus melalui sungai lagi,鈥?kata Hediyanto dikutip dari keterangannya Jumat (27/11/2015).

jembatan terpanjang di kalimantan
Jembatan Tayan diresmikan pertengahan Desember 2015 (Foto: Septiana) Detik.com

 

 

jembatan tayan
Jalan menuju Jembatan (Foto: Septiana) Detik.com

 

Kepala Pelaksana Satuan Kerja Jembatan Kapuas Tayan, Yudha Hadita mengatakan saat ini jalan akses jembatan ini pengerjaannya sekitar 97%. Total panjang jembatan dan jalan akses yakni 5,3 Km dengan biaya Rp 1,023 Triliun.

Baca juga :聽 Rental Mobil Pontianak

鈥淒iperkirakan 3 Desember selesai semua, setelah itu tidak bisa langsung diresmikan, harus di tes layak fungsi dulu, proses pengetesan memakan waktu dua minggu,鈥?kata Yudha.

 

Sumber : Detik.com

 

Perlu kendaraan mobil untuk perjalanan di Pontianak dan kota Lainnya di Kalimantan Barat silahan hubung dengan menekan tombol KONTAK yang ada di bawah ini:

KONTAK KAMI

.

.

.

.

Pusaka di Usulkan Untuk Nama Jembatan Tayan

jembatan tayan kabupaten sangau kalimantan barat
sumber gambar : pontianakpost.com

 

Dilansir dari laman pontianakpost.com

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar Bapak Jakius Sinyor menargetkan Jembatan Tayan rampung pada November mendatang.聽 鈥淧rogses pembangunan jalan akses di Piasak rampung 100 persen. Panjang jalannya 2,5 kilometer,鈥?ungkap Jakius seusai Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (1/10).

鈥淪elain itu di sana (jalan menuju Desa Kawat), juga ada penurunan jalan 20 persen. Tetapi pembangunan sudah dilaksanakan dan ditargetkan November semuanya rampung,鈥?kata Jakius.

Menurut Jakius, pembangunan jembatannya mencapai 95,5 persen. Hanya jalan akses ke Desa Kawat yang progresnya baru 47 persen. Hal ini dikarenakan ada pelebaran jalan akses.

Jakius mengatakan pihaknya belum menetapkan jadwal peresmian jembatan Tayan. Ia menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Gubernur Kalbar. 鈥淭ergantung dari gubernur, bisa akhir Desember atau bisa juga bertepatan dengan HUT Pemda,鈥?tutur Jakius.

Jakius mengungkapkan setelah jembatan Tayan pihaknya akan memprioritaskan pembangunan jembatan Kapuas 3. Panjang jembatan tersebut sekitar 2.500 meter dan sudah dilakukan studi kelayakan. Saat ini Pemprov Kalbar sedang menunggu hasil pembahasan detailed engineering design dari Kementerian PU.

鈥淭inggal penentuan titik koordinat dan DED dari Kementerian PU. Mudah-mudahan tahun ini juga selesai,鈥?kata Jakius.

Ia menambahkan pembangunan jembatan Kapuas 3 dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan jalan lingkar selatan. Jalan lingkar tersebut melewati jalan Kubu Raya dan Mempawah dengan panjang sekitar 29 kilometer.

鈥淏agian selatan ini dari Supadio menuju Jungkat. Jika DED dari Kementerian Pekerjaan Umum rampung, segera dilakukan pembebasan lahan pada tahun depan,鈥?jelas Jakius.

Jembatan Tayan sudah hampir rampung. Sebentar lagi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah terhubung. Akan tetapi belum ada nama untuk jembatan sungai terpanjang di Indonesia itu.

Meskipun belum ada nama resmi yang disebut pemerintah, stake holder sudah mulai menyuarakannya. Salah satunya datang dari para alumnus SMPN 1 Tayan. Ketika reuni emas 50 tahun SMPN 1 Tayan, beberapa nama diusulkan.

Disebutlah Pusaka yang layak disandang oleh jembatan yang melintas di atas Sungai Kapuas tersebut. “Pusaka itu adalah akronim dari Pulau, Pusaka, Kawat,” kata Hasidin (70) warga kelahiran Tayan yang hadir dalam acara tersebut.

Tiga kata itu merupakan desa tempat Jembatan Tayan berdiri. Kedua ujung jembatan berada di Desa Kawat dan Piasak, sedangkan bagian tengah jembatan melintasi Desa Pulau.

Lebih dari itu Pusaka memiliki makna filosofis. Pusaka adalah suatu peninggalan, baik dari orang tua atau orang lain seperti guru kepada anak cucu maupun murid. Sebagai peninggalan titipan, Pusaka harus dijaga dan dirawat. Harapannya, Jembatan Tayan menjadi Pusaka yang bernilai sehingga dirawat oleh generasi berikutnya.

Nama lain yang diusulkan adalah Permata. Permata merupakan akronim dari Persaudaraan, Masyarakat, Tayan. Secara filosofis, Permata diartikan sebagai kilau yang membuat Tayan dan sekitarnya terang. “Jembatan Tayan terkoneksi dengan Trans Kalimantan. Dulu, sebelum ada Jalan Trans Kalimantan kawasan sekitar Tayan itu sepi. Gelap. Sekarang sudah ramai,” ujar Hasidin.

Jembatan Tayan panjangnya mencapai 2,4 kilometer dengan biaya hampir Rp1 triliun. Sarana transportasi kebanggaan Tayan, Sanggau, Kalbar, bahkan nasional. Untuk itu menurut Hasidin nama yang diberikan harus memiliki makna bersama. “Nama yang kami berikan itu tidak mengandung unsur SARA maupun politik.”

Raja Kesultanan Tayan, Gusti Yusri menyetujui nama yang diusulkan tersebut. Dia berharap pemangku kebijakan baik Pemprov Kalbar, DPRD Kalbar, maupun Pemerintah Pusat mengakomodir usulan tersebut. “Sehingga nanti, ketika diresmikan oleh Presiden jembatan itu sudah punya nama. Toh, nama-nama yang diusulkan tersebut baik dari segi bahasa dan makna,” katanya.

Gusti Yusri juga meminta pemerintah tidak sekadar membangun jembatan. Tidak kalah penting adalah menata kawasan yang dilintasi akses ke jembatan tersebut. Jika terlambat, dia khawatir kawasan akses ke jembatan tersebut semerawut. Gusti Yusri memaparkan banyak contoh kawasan baru yang semerawut karena tidak ditata sejak awal. “Sering tempat-tempat strategis seperti itu tumbuh apa adanya. Tidak ditata dan kelola oleh pemerintah,” ungkapnya.(uni/hen)